Langkah Menghadapi Developer Nakal

RABU, 05 MARET 2014 Pertanyaan: Langkah Menghadapi Developer Nakal Hukumonline yang terhormat, saya telah melakukan pembelian kredit rumah di Sepatan Tangerang secara indent. Kami telah melakukan akad kredit pada bulan Februari 2013, namun rumahnya belum kunjungan dibangun. Dalam perjanjian, batas waktu untuk pengembang yaitu sampai bulan April 2014, apabila lewat dari batas waktu yang ditentukan maka akan

Developer PT. Patogar Simaninggir Rugikan Puluhan Konsumen

LENSAKAPUAS, PONTIANAK -  Puluhan konsumen PT. Patogar Simaninggir, Jumat (15/08) siang  mendatangi  kantor developer pengembang perumahan tersebut yang berada di Jalan Dr. Sutomo No.47 Pontianak.  Kedatangan mereka yang sudah kesekian kalinya itu bertujuan untuk mengambil kembali uang muka (DP) pembelian unit rumah di Perumahan Graha Permata yang sudah dibayarkan. Bahkan, ada yang  sudah melakukan

Warga Bojong Malaka Indah Kecewa dengan Janji Developer

Sabtu, 10/04/2010 - 11:14 BANDUNG, (PRLM).- Puluhan warga Bojong Malaka Indah Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, melakukan aksi protes terhadap bencana banjir yang menimpa Komplek Bojong Malaka Indah di kantor developer PT Marga Tirta Kencana (MTK) di Jl. BKR No. 138 kota Bandung, Sabtu (10/4). Salah seorang warga RW 15, Ridwan Padmawijaya (46) di

Banjir, Warga Kecewa dengan Developer Perumahan Mutiara Zahrah Permai

Selasa, 24 Desember 2013 17:36 WITA TRIBUN TIMUR/MUH DAVID ARIANTO Perumahan Mutiara Zahrah Permai di Desa Taeng Kabupaten Gowa, yang kebanjiran, Selasa (24/12/2013). SUNGGUMINASA, TRIBUN-TIMUR.COM -Warga Perumahan Mutiara Zahrah Permai di Desa Taeng Kabupaten Gowa, menilai developer perumahan tersebut tidak bertangungjawab. Pasalnya, sejumlah fasilitas yang dijanjikan oleh user sebelum transaksi KPR di BTN Cabang Makassar tidak dipenuhi.

Konsumen Kecewa, Developer Perumahan Tak Komitmen

PEKANBARU (RP) - Yurika Sari, warga Jalan Utama Simpang Tiga, Kecamatan Bukitraya kecewa atas perlakuan developer yang membangun Perumahan Villa Maharaja, Jalan Parit Indah/Jalan Datuk Setia Maharaja, Pekanbaru. Pasalnya, setelah sekian bulan berlalu, proses pemesanan rumah yang dilakukannya tak juga jelas hingga pada perjanjian kerja sama. Saat ia sudah tak tertarik, uang muka yang telah

Kecewa Pelayanan Developer

Hati – hati bagi warga yang berminat mengajukan kredit rumah agar lebih waspada lagi terhadap kinerja developer perumahan. Setidaknya agar tak jadi korban seperti yang dialami Ahmadi (53) warga Desa / Kecamatan Bangsalsari. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini terancam kehilangan uang Rp 7 juta dari DP , Rp 28 juta yang disetor ke marketing

Kecewa dengan Developer The Pasadena

KonsPro (10/12), JAKARTA - KAMI selaku warga The Pasadena kecewa dengan janji-janji manis developer Agung Abadi yang merupakan developer perumahanThe Pasadena yang berlokasi di belakang RS. Cengkareng. Sudah berhari-hari kami tidak mendapatkan air bersih yang merupakan kebutuhan primer dari warga di perumahan tersebut, setiap kali kami mengadukan hal ini ke developer hanya terucap janji-janji

Rakyat Dibohongi Bank, Pengembang Ingin Untung Besar

Jumat, 16 Mar 2012 14:51 WIB Djan Faridz: MedanBisnis - Jakarta. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz punya cara pandang tersendiri soal ambisinya memangkas harga rumah serendah-rendahnya termasuk bunga kredit rumah murah. Baginya perbankan maupun pengembang terlalu berlebihan dalam mengambil keuntungan, padahal rumah kelas ini untuk kepentingan rakyat bawah. Misalnya saat kisruh perdebatan penurunan bunga KPR subsidi

Dibohongi Pengembang, Warga Dapat Lapor Ke YLKI

Akbar - depoknews.com | Wednesday, 1/5/13 , 20:30 WIB | 534 Views | 0 Comments depoknews.com  | Anggota DPRD Kota Depok menyarankan kepada warga Depok untuk melaporkan pengembang yang membohongi konsumen ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Hal itu diperlukan agar para pengembang tidak sembarangan membangun rumah tidak sesuai dengan janji-janjinya atau tanpa

Rumah di Atas Rp 2 M Bakal Kena Pajak Tambahan

Pemerintah tengah mempersiapkan revisi aturan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22. Nantinya, rumah dengan harga jual atau pengalihan di atas Rp 2 miliar atau luas bangunan di atas 400 meter persegi akan dikenakan PPh pasal 22 sebesar 5%. Pemerintah akan mengenakan PPh 22 terhadap rumah tapak senilai Rp 2 miliar dan luas bangunan dan tanah