Kecewa Pelayanan Developer

Hati – hati bagi warga yang berminat mengajukan kredit rumah agar lebih waspada lagi terhadap kinerja developer perumahan.

Setidaknya agar tak jadi korban seperti yang dialami Ahmadi (53) warga Desa / Kecamatan Bangsalsari. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini terancam kehilangan uang Rp 7 juta dari DP , Rp 28 juta yang disetor ke marketing Royal sebagai tanda jadi pembangunan rumah.

Ganti rugi yang diberlakukan marketing Royal terhadap Ahmadi itu dinilai tidak masuk akal. Uang ganti rugi sebesar Rp 7 juta itu, dinilai Ahmadi cukup besar. ”Saya ini yang dirugikan kok malah saya yang harus mengganti rugi. Ini praktik marketing developer , perumahan Royal yang ngawur,” tandas Ahmadi, korban praktik developer yang nakal.

“Mana mungkin saya mengikhlas uang Rp 7 juta itu kepada marketing developer Royal. Uang Rp 7 juta itu bagi saya sangat berarti. Kok seenaknya sendiri mau motong uang setoran saya Rp 28, 5 jutaan,” terangnya.

Ahmadi menuturkan bahwa dirinya tertarik memiliki rumah di Royal Jalan Imam Bonjol setelah membaca brosur. Dari brosur itu, Ahmadi langsung mengecek lokasui perumahan yang ditawarkan Royal. Setelah Ahmadi cocok dengan lokasi dan lingkungan perumahan Royal, lalu mendatangi kantor Royal di JL Imam Bonjol tersebut.

Kedatangan dirinya ke Royal ditemui marketing bernama Indah. Setelah ngobrol panjang lebar dengan Indah, Ahmadi menyepakati untuk memiliki rumah yang ditawarkan developer Royal. Bahkan lokasi rumah yang hendak dibangun itu dirasa sesuai dengan keinginan Ahmadi.

Setelah deal Ahmadi memilih kredit. Berkaitan kredit, Ahmadi diwajibkan menyetor uang DP Rp 48 jutaan, tetapi disanggupi 30 persen yakni Rp 28 jutaan.

Karena tidak mau ribet, DP Rp 28 jutaan langsung dibayar Ahmadi dibuktikan dengan kuitansi. Sebelumnya dia disedori blangko.

”Saya tidak baca apa isianya blangko yang ditandatangani. Dengan disetodiri tanpa ada penjelasan itu, langsung kami tandatangani begitu saja,” bebernya.

Di hari berikutnya Ahmadi harus menjalani wawancara dengan BTN. Setelah wawancara sepekan tidak ada kabar. Karena itu dia mendatangi marketing developer Royal.

”Saya dinyatakan tidak diacc BTN. Karena tidak lolos, kami diberi alternatif agar pengajuan atas nama anggota keluarganya,” ungkapnya.

“Saya tidak sepakat kalau atas nama anggoa keluarga yang lain. Mending, uang DP itu saya tarik kembali. Kok aneh, uang DP saya tarik harus membayar ganti rugi Rp 7 juta, ini modus praktik yang tidak wajar,” ungkapnya.

Terkait keluhan pemohon rumah itu Marketing Developer Royal, Indah tidak membantah ada ganti rugi yang dibebankan ke pemohon. ”Ganti rugi itu sudah sesuai prosedur. Lebih baik kalau konfirmasi dan lebih jelasnya datang saja ke kantor,” kata Indah.

Indah juga minta Memo Timur datang ke kantor Royal jika lebih jelas keluhan yang dialami Ahmadi.(tok)

sumber : http://news.memotimuronline.com/?p=1610

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Why ask?