Kecurangan Developer saat serah terima unit Rumah atau Apartemen (2)

LANJUTAN

2. Spesifikasi bangunan tidak sesuai janji.

pada saat anda menerima brosur pastikan spek materialnya anda ketahui, biasanya Developer hanya menyebut secara umum saja tanpa rincian spek. Contoh spek yang di berikan secara umum (pondasi batukali, lantai keramik, diding bata, atap asbes) tetapi sebaiknya anda meminta spek secara terperinci dan detail. Karena tidak ada detail yang terperinci terkadang developer mengganti spek dengan kualitas yang lebih rendah supaya  mendapatkan keuntungan yang lebih  tinggi. Sehingga hasil pekerjaan jauh dari gambar brosur . Maka sebaiknya anda minta developer menyebutkan spesifikasi materal dalam PPJB atau AJB secara terperinci. Contoh spek yang di berikan secara terperinci dan detail (pondasi batu kali 30cm x 45 cm sepanjang sloof, lantai roman keramik pure white 40×40, dinding bata  10cm x 20 cm di plester ketebalan 10 mm dan di lapis aci gosok halus,atap asbes produk harfek atau jabesmen). Pada saat pembangunan anda bisa mengecek apakah spesifikasi material sudah sesuai dengan janji. Bila tidak sesuai anda sejak saat pembangunan anda bisa minta disesuaikan sesuai dengan janji yang di berikan oleh developer.

 3. Bangunan tidak rapi

Pada nanti saat pekerjaan seleseai anda harus cek pekerjaan dengan teliti. Jika perlu ajak rekan anda atau saudara anda yang tahu perihal tentang kualitas bangunan. Apa saja yang harus anda cek

a. Lantai = pemasangan keramik tidak bergelombang/nongol, nat lantai keramik ukurannya sama dan maximal 3-4 mm. sambungan antara keramik ke dinding yang tidak rata ukuran keramiknya artinya dinding miring.

b. dinding = sudut dinding yang tdk rata/bergelombang, plesteran dinding yang bergelombang, sambungan dinding dengan pintu/jendela yang berlubang, cat yang tidak rata.

c.Plafon = plafon bergelombang, retak atau miring, sambungan plafon ke dinding ada celah apa tidak, pengecatan nya rata apa tidak, ada bekas kebocoran apa tidak.

d. Intalasi air kotor = pembuangan Floor drain, wastafel dan kloset lancar apa tidak

f. Instalasi Air Bersih = instalasi air bersih lancar apa tidak, ke toilet dan wastafel. sudah terkoneksi ke PAM atau sumur pompa belum.

g. instalasi listrik = sudah terkoneksi dan ada arus tdk untuk stop kontak, lampu sudah menyala semua apa belum.

H. Atap = masih ada yang bocor atau tidak

Problem ini terkait kualitas pemborong yang dipakai developer, Kalau kualitas rumah tetap tidak sesuai janji, jangan mau meneken berita acara serah terima.

3. Pembangunan tidak sesuai konsep awal

Pengembangan perumahan memiliki master plan (rencana induk) dan site plan (rencana tapak yang lebih detail). Tapi, master plan dan site plan hanya informasi peruntukan lahan: permukiman, fasilitas termasuk ruang terbuka, prasarana dan utilitas seperti jalan, selokan, dan jaringan listrik. Konsep pengembangan perumahan tidak tergambar di master plan. Developer bisa membangun dengan konsep apapun sepanjang tidak menyalahi master plan dan site plan. Mungkin ada fasilitas yang wajib disediakan seperti sekolah, klinik, dan rumah ibadah. Tapi, boleh jadi developer hanya wajib menyediakan lahan. Sementara fasilitas seperti mal atau club house bersifat opsional.Karena itu kalau developer berkoar akan mengembangkan rumah taman bergaya klasik dilengkapi club house, tak ada yang bisa Anda pegang kecuali komitmennya. Yang diperjanjikan dalam PPJB dan AJB hanya rumah. Upaya yang bisa dilakukan agar janji itu dipenuhi, adalah dengan membeli di perumahan yang dikembangkan developer dengan reputasi cukup baik.Selebihanya lebih baik berkonsentrasi memastikan posisi rumah: jauh dari gardu listrik, tidak di bawah saluran listrik tegangan tinggi, tidak akan tergusur jalan tol, dan lain-lain. Untuk itu cek langsung ke lokasi karena semua itu tidak tergambar di master plan

4. Ukuran kaveling tidak sesuai sertifikat

Kasus ini biasanya terjadi pada kaveling sudut (hook) atau di pinggir blok yang memiliki sisa tanah. Untuk menangkalnya, lihat denah kaveling hasil pengukuran kantor pertanahan. Tanyakan juga sistem developer menghitung luas bangunannya. Kalau kurang yakin, minta diukur ulang. Kekurangan hingga lima persen masih bisa ditoleransi.Pastikan ukuran kaveling resmi tercantum dalam PPJB dan AJB termasuk posisinya di site plan. Untuk itu tambahkan klausul sanksi bagi developer bila saat serah terima, luas kaveling tidak sesuai AJB. Lakukan transaksi di hadapan notaris/PPAT. Sebaiknya beli rumah dengan fasilitas KPR karena bank akan ikut memastikan luas kaveling dan bangunannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Why ask?